Senin, 05 September 2011
Suasana 17-an di Banjar Kembangsari Desa Blahkiuh
- Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
- Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
- dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
- 17 Agustus tiap tahunnya dirayakan oleh rakyat Indonesia untuk mengenang hari proklamasi Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945 silam.
- Dalam kesempatan kali ini saya akan coba meliput tentang kegiatan yang diselenggarakan oleh warga Banjar Kembangsari Desa Adat Blahkiuh.
- Sebenarnya acara yang dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2011 tersebut selain merayakan hari proklamasi bangsa Indonesia juga sekaligus merayakan ulang tahun Seka Truna Truni (Karang Taruna) Banjar Kembangsari yang memiliki nama " STT Kembang Wijawa".
- Pagi itu di balai banjar sudah tampak banyak orang berkumpul dengan sepeda masing-masing. Di balai banjar yang diamna-mana dihiasi dengan bendera merah putih tersebut dipenuhi peserta yang akan mengikuti kegiatan sepeda santai yang diadakan menyambut hut Proklamasi.
- Kegiatan dibagi menjadi dua, kegiatan pagi untuk merayakan hut proklamasi dan acara malam untuk merayakan hut STT Kembang Wijaya. Acara pagi dimulai dengan sepeda santai. Rute sepeda dimulai dari balai banjar Kembangsari menuju monumen I Gusti Ngurah Rai di desa Carangsari. Rute tergolong lumayan berat, dengan medan menanjak sepanjang jalan sejauh 10 km. Namun demikian para peserta sepeda hias yang terdiri dari segala usia mulai dari anak-anak sampai yang sudah dewasa tetap antusias terlihat dari tidak adanya peserta yang berhenti di tengah jalan.
- Setelah sampai di Monumen I Gusti Ngurah Rai, peserta diberikan waktu istirahat dan foto bersama di dalam monumen. Setelah itu peserta kembali pulang menelusuri jalur yang tadi untuk kembali ke Desa. Perjalanan pulang sangat santai, karena medan yang tadi menanjak sekarang menurun, peserta tidak perlu mengayuh sepeda karena jalan turunan yang lumayan.
- Setelah sampai di Desa peserta langsung menuju Bumi Perkemahan Dukuh yang terletak tidak jauh dari balai banjar. Disana diselenggarakan berbagai macam lomba khas 17-an seperti tarik tambang, lomba memasukkan belut ke dalam botol, lomba makan kerupuk, dan puncaknya adalah lomba panjat pinang.
- Peserta lomba terdiri dari berbagai golongan, ada dari anak-anak sampai anggota STT. Peserta dan penonton terlihat sangat antusias dalam pelaksanaan lomba-lomba tersebut, terutama lomba tarik tambang dan panjat pinang dimana penonton terdengar ramai bersorak mendukung jagoan mereka masing-masing. Suasana yang amat seru, bagaimana mereka berjuang untuk memenangkan lomba benar-benar penuh semangat.
- Suasa seperti ini sudah jarang saya temukan di tempat lain, terutama di perkotaan. Bendera merah putih yang dikibarkan di setiap rumah, bendera-bendera merah putih kecil yang terbuat dari plasti yang dibentangkan di atas jalan. Juga kehebohan acara-acara 17-an speertinya sudah mulai pudar dari masyarakat. Bahkan sepertinya orang-orang lebih bersemangat menonton konser grup musik luar yang kebetulan diadakan di Gardua Wisnu Kencana pada malam harinya dibanding ikut merayakan ulang tahung proklamasi bangsanya sendiri. Sungguh sebuah realita yang sangat miris. Bagaimana tidak? masyarakat seakan-akan hanya menikmati kemerdekaan saja tanpa mau mengenang bagaimana perjuangan para pejuang dulu untuk memerdekakan bangsa ini.
- Mari kita merenung sejenak, bagaimana seandainya bangsa kita tidak merdeka? Mungkin kita kaan seperti beberapa negara-negara diluar sana yang samapi saat inipun masih dilanda perang. Kemana perginya semangat 45 yang dulu dielu-elukan? Saya masih ingat dulu waktu masih kecil tiap tanggal 17 Agustus maka semua tempat di pelosok negri tanpa terkecuali merayakannya, tapi sekarang tanggal 17 agustus hanya terkesan sebagai kenangan belaka, dan hanya upacara bendera sudah cukup untuk merayakannya, sungguh ironi. Mari saudara-saudara ku sebangsa dan setanah air, mari tetap kita junjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan, tetap kobarkan semangat 45 di dalam dada.
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
0 comments:
Posting Komentar