Selasa, 16 Agustus 2011
Batur
Setelah sekian lama tidak menulis, kali ini saya akan mencoba untuk menulis tengtang gunung Batur berdasar pengalaman saya kesana.
Gunung Batur, letaknya ada di Bali, di kecamatan Kintamani (Yang terkenal dengan anjing Kintamaninya yang berbulu tebal) kabupaten Bangli.
Seperti dikutip dari wikipedia, Gunung Batur terletak di barat laut Gunung Agung, gunung ini memiliki kaldera
berukuran 13,8 x 10 km dan merupakan salah satu yang terbesar dan
terindah di dunia (van Bemmelen, 1949). Pematang kaldera tingginya
berkisar antara 1267 m - 2152 m (puncak G. Abang). Di dalam kaldera I
terbentuk kaldera II yang berbentuk melingkar dengan garis tengah lebih
kurang 7 km. Dasar kaldera II terletak antara 120 - 300 m lebih rendah
dari Undak Kintamani (dasar Kaldera I). Di dalam kaldera tersebut
terdapat danau yang berbentuk bulan sabit yang menempati bagian tenggara
yang panjangnya sekitar 7,5 km, lebar maksimum 2,5 km, kelilingnya
sekitar 22 km dan luasnya sekitar 16 km2 yang yang dinamakan Danau Batur. Kaldera Gunung Batur diperkirakan terbentuk akibat dua letusan besar, 29.300 dan 20.150 tahun yang lalu.
Semua umat Hindu di Bali tentunya pasti tau dan pernah ke Batur, lebih tepatnya nangkil ke Pura Ulun Danu Batur karena letaknya yang dekat dengan Pura Besakih di Gunung Agung, membuat masyarakat yang sembahyang ke Pura Besakih biasanya langsung Sembahyang ke Pura Ulun Danu Batur ini.
| Jalan berliku di tepi danau |
Dari sekitar Pura Ulun Danu Batur tampak Danau Batur di bawah terlihat sebagai pemandangan yang luar biasa indah. Sebuah cekungan seperti mangkok dengan sebuah gunung di dalamnya dan danau yang di tepinya membentuk bulan sabit. Banyak restoran-restoran disekitar tempat ini dibangun tepat di tebing yang menghadap ke gunung dan danau sehingga dapat menawarkan pemandangan yang amat indah kepada para pelanggannya. Tapi kalau untuk kuliner, menurut saya makanan-makanan di restoran tersebut masih kalah enak dengan Ikan Mujair bumbu rempah yang ada di bawah. Jika kita berjalan (berkendara) turun menuju danau, di tepi danau nanti ada sebuah warung makan kecil yang menawarkan menu nasi campur dengan ikan mujair bumbu rempah sebagai lauk utamanya dan beberapa sayur seperti sayur kacang dan sebagainya untuk pelengkap, tidak lupa dengan smangkuk jukut undis hangat sebagai pelengkap, benar-benar cocok dengan udara dingin disana.
Di sekitar danau sana tempatnya saya rasa sangat indah, dengan suasana pedesaan disekitar danau dan juga hutan dan bebatuan di bawah menjadikan tempat yang cocok untuk wisata alam jika ingin menikmati pemandangan dan suasana alami yang menyegarkan. Udara di sini cukup dingin, jadi disarankan untuk memakai baju yang tidak terlalu terbuka dan membawa baju hangat buat yang tidak tahan dingin.
| Pemandangan dari hutan di tepi kaki gunung |
| Ladang penduduk yang bermukim di kaki gunung Batur |
![]() |
| Sawah di kaki Gunung |
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)

0 comments:
Posting Komentar