Jumat, 15 Juli 2011
Food Borne Disease
Food Borne Disease adalah istilah yang digunakan untuk penyakit yang ditularkan melalui makanan, misalnya diare. Penyakit datangnya dari banyak sumber seperti bakteri, virus, jamur, mikroba, yang disebut agen. Bagaimana alergen dapat berpindah dan akhirnya menjangkit seseorang? Caranya ada banyak, salah satunya melalui makanan dan minuman.
Sebelum membahas tentang hal ini lebih lanjut ada baiknya anda membaca sebuah kasus yang terjadi baru-baru ini di Kabupaten Karangasem Bali. Berikut kasusnya:
Makanan yang kita makan bisa saja mengandung bakteri atau zat berbahaya yang jika dimakan akan menimbulkan penyakit, inilah yang biasa disebut keracunan makanan.
Dari mana saja agen-agen penyakit itu berasal dan bagaimana dapat menjangkit kita?
Ada tiga faktor:
Maka dari itu kita sebaiknya mengubah kebiasaan kita menuju hidup yang lebih sehat, seperti selalu cuci tangan sebelum makan, memasak makanan dan air sampai matang, dan lain-lain. Anda tidak mau kan harus sakit cuma karena salah makan?
Sebelum membahas tentang hal ini lebih lanjut ada baiknya anda membaca sebuah kasus yang terjadi baru-baru ini di Kabupaten Karangasem Bali. Berikut kasusnya:
Dari bacaan di atas bisa kita lihat betapa mengerikannya penyakit-penyakit yang dapat menjangkit kita melalui makanan. Kebiasaan sehair-hari yang kita anggap remeh seperti mencuci tangan sebelum makan atau memasak air sampai matang mungkin dapat mengantar kita ke rumah sakit.Beberapa waktu yang lalu dua wilayah kecamatan Kabupaten Karangasem yaitu Kecamatan Selat dan Bebandem dilanda wabah muntah berak. Dalam tempo relatif singkat wabah tersebut menyebar ke semua desa. Setiap hari belasan pasien dengan gejala mual, muntah, sakit perut dan diare mendatangi Puskesmas terdekat untuk minta pertolongan. Bahkan puluhan pasien sampai dirawat di Puskesmas dan rumah sakit. Secara geografis kedua kecamatan tersebut merupakan daerah pegunungan yang sebagian besar penduduknya kesulitan air bersih. Sebagian besar penduduk menggantungkan kebutuhan airnya dari “cubang” (bak penampungan air hujan). Air minum diambil dari “cubang” dan kebanyakan tidak dimasak. Sumber lainnya adalah “embung” (waduk penampungan aliran air hujan dari pebukitan) yang dibangun pemerintah. Di dua kecamatan tersebut sebagian besar keluarga juga tidak memiliki jamban.
Makanan yang kita makan bisa saja mengandung bakteri atau zat berbahaya yang jika dimakan akan menimbulkan penyakit, inilah yang biasa disebut keracunan makanan.
Dari mana saja agen-agen penyakit itu berasal dan bagaimana dapat menjangkit kita?
Ada tiga faktor:
- Agen
- Agen seperti dikatakan di atas merupakan berbagai mikroba, virus, jamur, bakteri yang jika kita terpapar olehnya maka dapat membuat kita sakit. Misalnya seperti bakteri e. coli yang terdapat pada kotoran yang dapat menyebabkan diare jika masuk ke tubuh kita.
- Host
- Yang dimaksud dengan host adalah si penjamu penyakit, dengan kata lain kita sendiri. Bagaimana hubungan kita sebagai host dapat mempengaruhi penyakit yang menyerang kita? Ada banyak sekali, seperti daya tahan tubuh, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, kebiasaan buang air besar, dan lain-lain. Intinya agen tidak akan bisa menjangkit kita jika kita tidak terpapar olehnya.
- Einvorment
- Einvorment artinya lingkungan. Lingkungan punya dampak yang sangat besar pada penularan penyakit. Jika lingkungan bebas dari agen, maka penyakit tidak akan menjangkit kita tentunya, dan kitapun hidup bahagia selamanya :D
Keracunan makanan ada dua jenisnya, Food Intoxication dan Food Poisoning. Food Intoxication artinya keracunan akibat makanan yang dimakan mengandung mikroba yang mengeluarkan zat racun yang merusak kesehatan manusia, sedangkan Food Poisoning artinya keracunan makanan akibat makanan tersebut sebelumnya telah mengandung zat yang berbahaya, misalnya ikan yang hidup di danau yang tercemar belerang.
Maka dari itu kita sebaiknya mengubah kebiasaan kita menuju hidup yang lebih sehat, seperti selalu cuci tangan sebelum makan, memasak makanan dan air sampai matang, dan lain-lain. Anda tidak mau kan harus sakit cuma karena salah makan?
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)

0 comments:
Posting Komentar